MODEL MIND MAPPING
BERDAMAI DENGAN HATI
Sedih selalu hadir dalam kehidupan kita meskipun kita sudah sekuat tenaga menghidar untuk tidak bertabrakan pada masalah.
Biarpun Anda sudah menghindar tetapi ya, ketemu juga mau tidak mau tetap Anda harus merasakan kesedihan itu.
Lalu bagaimanakah agar kita kembali normal tak berlarut-larut dalam kesedihan? Ya, cobalah berdamai dengan hatimu. Beramailah dengan cara tersenyum. Meskipun berat harus Anda paksakan. Sebab tersenyum meskipun terpaksa akan lebih baik. Daripada Anda cemberut tak berkesudahan.
Berdamailah dengan hatimu. Sebab hati adalah tempat semula ada.
GURU TANGGUH BERHATI EMAS
GURU TANGGUH BERHATI EMAS
Guru selalu berhadapan pada masalah. Masalah guru yang berkaitan dengan siswanya sangat beragam. Setiap zaman akan berbeda. Dan kini tantangan guru semakin berat. Namun kita, guru punya keyakinan bahwa semua yang dihadapi akan berakhir dengan manis, bila kita menyediakan hati kita dengan sepenuh hati kita pada siswa-siswa kita. Sebab mereka adalah anak-anak yang selalu akan tumbuh. Pertumbuhan ini akan menjadi emas jika kita berkarakter emas. Hati yang tangguh dengan selalu berpikir positif adalah energy besar untuk melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dan berkarater. Inilah alasan guru tangguh berhati emas:
Mengapa Berfikir Positif ?
Karena…….
- Setiap Masalah, selalu ada solusinya
- Setiap awan yang hitam, terdapat garis perak di pinggirnya
- Setiap malam yang pekat, bintang baru kelihatan indah
- Setiap titik akhir adalah titik awal
- Setiap krisis adalah kesempatan
- Setiap peralihan (transisi) adalah perubahan
- Setiap cangkir yang kosong adalah saat untuk mengisi
- Setiap orang memiliki potensi untuk perubahan secara positif
- Setiap kelemahan dapat menjadi kekuatan
- Setiap kekalahan adalah langkah untuk menuju kemenangan
- Setiap kesakitan adalah rangsangan untuk tumbuh
- Setiap kehilangan awal dari keindahan
- Setiap tragedi adalah pengalaman yang heroik
- Setiap kegagalan adalah awal keberhasilan
Mari mendidik dengan hati yang tangguh agar Indonesia lebih baik. Keterpurukan pendidikkan pada pemberitaan yang kita dengar di televisi sebagai pembuka mata hati kita agar kita lebih serius mencintai pendidikan. Kalau bukan kita siapa lagi.
REFLEKSI PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING
REFLEKSI PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING
Pembelajaran dengan model snowball throwing saya pergunakan pada kompetensi dasar mengomentari nover remaja terjemahan atau asli pada kelas delapan. Jam pertama saya masuk di kelas delapan D hanya satu jam saja. Sehingga metode ini belum tuntas saya terapkan di kelas ini. Baru jam ke lima saya akan masuk di kelas 8 D lagi. Namun saya tidak melanjutkan dengan metode snowball throwing. Saya membanting setir meramu dengan metode penugasan. Tiap individu saya tugasi membuat komentar dari masalah yang di temukan dalam forum diskusi pada pertemuan jam pertama tadi. Mengapa saya banting setir? Sebab saya menganalis tipe kelas 8 D dengan kelas 8 C yang laki-laki berkarakter sama.
Bagaimana penerapan metode snowball throwing di kelas 8 C? Kelas yang saya gunakan berpijak untuk memutuskan banting setir tidak menggunakan metode Snowball Throwing. Saya menilai penerapan model pembelajaran ini hanya berhasil lima puluh persen saja. Dari tujuh kelompok yang dapat menyelesaikan tugas dengan benar dan tepat hanya tiga kelompok. Ketika kelompok yang tidak mendapat bola yang dilempar dari kelompok lain hanya pasif. Dan ketika saya dorong untuk meminminta dari kelompok lainnya mereka tidak mau. Dan memang kelas yang siswanya dicampur, antara siswa laki-laki dan perempuan tidak mau berkerja sama. Alasannya malu. Sementara kelompok yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan benar dalam menggunakan frasa yang menyatakan untuk komentar belum bervariasi.
Berangkat dari kegagalan menerapkan model Snowball Thrawing di kelas 8 C dan 8 D ketika saya masuk kelas 8 B maka saya optimis berhasil dengan model pembelajaran ini. Mengapa saya berani? Kelas 8 B semua siswanya perempuan. Dengan demikian kerja sama antar siswa tidak dibatasi rasa malu ( sebab etika di MTs saya tertanam laki-laki dan perempuan tak boleh berbaur). Tidak itu saja sisiwa kelas 8 B minat belajarnya sangat tinggi. Disamping itu hasil refleksi kegagalanku di kelas 8 D dan 8 C adalah dari saya sendiri adalah tunjuan pembelajarannya kurang rinci. Maka pada pembelajaran di kelas 8 B tujuan pembelajaran saya jabarkan menjadi tiga tujuan . Kalau di kelas 8 D dan kelas C tujuan pembelajarannya: 1) siswa dapat menemukan masalah yang perlu dikomentar pada kutipan novel remaja. 2) siswa dapat mengomentari novel remaja. Sementara di kelas 8 B saya menambahkan satu tujuan pembelajaran yaitu ,” siswa dapat mendaftar frasa yang dapat digunakan untuk komentar.
Berjalan muluskah pada penerapan model Snowball Throwing di kelas 8 B? Tidak . Setelah bola dilempar pada masing-masing kelompok yang berbeda ada dua kelompok melampaui batas tugas. Tugas pada tahap pertama siswa bersama kelompoknya mendiskusikan masalah yang ada di kutipan novel dan frasa komentar. Eh eh ternyata dua kelompok sudah membuat komentarnya juga. Padahal tugas membuat komentar adalah akan dibuat oleh kelompok lainnya. Ya, tentu saja ada dua kelompok yang tidak dapat mengomentari dari masalah yang ditemukan oleh kelompok lainnya. Melihat dua kelompok yang menganggur, akhirnya di tengah pembelajaran saya terapkan model invertigasi. He he meskipun di RPP tak tercantum model itu.
Satu kelompok aku tugasi berinvestigasi dengan berkunjung ke kelompok lainnya untuk mendata frasa komentar dari bola yang di dapat dari kelompok lainnya. Mereka menambah frasa komentar yang tidak ada di bola yang mereka pegang. Sedangkan kelompok lainnya aku tugasi mencatat kalimat komentar yang menggunakan frasa yang berbeda dari komentar yang ada di bola yang didapat mereka. Akhirnya dua kelompok itu membacakan hasil invetigasinya. Selanjutnya dipajang di papan pajang sebagai sumber pembelajaran mereka. Tentunya setelah saya mengkonfirmasi bahwa hasil mereka benar dan tepat.
Ya, belajar dari kekurangan, kita dapat menghasilkan hasil yang sempurna. Kegagalan dua kelompok siswa di kelas di kelas 8 B yang kurang baik menyimaknya sehingga tidak sesuai intruksi saya justru dapat menghasilkan frasa komentar sebanyak-banyaknya dari hasil investigasi dadakan. Tentu saja kalimat komentarnya pun bervariasi sehingga indah dan nikmat untuk mendengarkan laporan komentar. Dibandingkan dengan kelas 8 C dan kelas 8 D yang kalimat komentarnya itu itu saja” menurut saya…” hampir seluruh siswa di kelas 8 D menulis kalimatnya seperti itu.
Dari sinilah saya dapatkan ilmu dari mereka bahwa sesungguhnya ketika siswa kita belum berhasil dalam belajar. Gurulah yang harus bertanggung jawab.
MODEL PEMBELAJARAN DEMONTRASI
MODEL PEMBELAJARAN DEMONTRASI
(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen)
Langkah-langkah :
- Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
- Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
- Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
- Menunjuk salah seorang peserta didik untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
- Seluruh peserta didik memperhatikan demontrasi dan menganalisisnya.
- Tiap peserta didik mengemukakan hasil analisisnya dan juga pengalaman peserta didik didemontrasikan.
- Guru membuat kesimpulan.
Sumber pelatihan KTSP
MenDikNas
ANDAI BULAN BISA NGOMONG
ANDAI BULAN BISA NGOMONG

Memadu kasih dua insan bukanlah perkara main-main. Saya yakin anda mengalami pergulatan batin untuk melanjutkan ke jenjang nikah. Anda tidak berdiri sendiri untuk memutuskan . Banyak rekomendasi yang anda gunakan. Orang tua, sanak saudara teman dekatmu dan teman dekatnya jadi sasaran anda. Apakah si dia cocok untukmu. Ini artinya anda memberi ruang untuk orang lain memberi penilaian kepada pujaan hatimu. Penilaian ini sepbagai pelengkap dan penopang untuk membina keluarga yang bahagia. Karena engkau akan menjadi bagian keluarga besarmu dan keluarga besarnya. Pada ruang lingkup besar menjadi keluarga besar di lingkungan masyarakatmu.
Namun mau mengambil madu buat istrimu, engkau diam-diam? Anda berargumentasi asalkan bisa andil mengapa tidak?
Andai bulan bisa ngomong, Ia akan menertawakanmu. Engkau sangka dia mulus tak cacat. Sebab kau pandang dari jauh. Wow… kata astronot yang mendarat di sana, banyak lembah jurang. Mulus ? tidak. Anda salah besar.
Jika engkau yakin berpoligami, engkau akan mendapatkan kebahagian yang tidak didapat dari istri pertama adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang membawa petaka. Kau memandang istrimu kurang pandai berdandan lantas kau cari yang pandai dandan dan bla bla bla…
Anda mau nikah ya nikah saja. Mampu dua atau tiga silahkan karena agama yang anda anut. Tetapi sisakan ruang seperti kali pertama anda mau menikah pertama kali. Berkosultasilah. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya agar valit dalam memutuskan perkara. Pandanglah kami wanita secara manusiawi. Meski sejak pertama kali anda menikahi kami kaya raya tetaplah buatkan hati kami lapang.
Dan andai bulan bisa ngomong, ia akan mecibirmu. Engkau tidak berani pologami karena cercaan masyarakat. Lantas anda diam-diam selingkuh.
Hai bulanpun bertambah heran jika engkau ara wanita pilih diselingkuhi dibanding dimadu. Padahal engkau tidak salah mengatakan, “ Aku tidak mau kanda mencarikan madu untukku selama aku masih hidup. Silahkan kanda nikah lagi jikalau aku meninggal.” Ini bukan sebuah kekurangan keiman pada syrariat. Kalau kita tidak kuat hidup dengan madu ya, apa boleh buat. Setidak-tidaknya Fatimah putri Rasululla pernah mencontohkan kemandirian sikap atas keperempuaannya.
Dan terlepas dari tulisan saya di atas. Yuk, insyaallah tanggal 6 Mei 2012 akan ada bulan sak tampah. Bahasa kerennya, supermoon.
MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING
MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING
Langkah-langkah :
- Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
- Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
- Masing-masing peserta didik diberi satu lembar kertas, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik ke peserta didik yang lain selama ± 15 menit
- Setelah peserta didik dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
- Penutup
Sumber pelatihan KTSP 2009
Menteri Pendidikkan Nasional
SALAHNYA KODOK MELAHIRKAN KAMBING HITAM
SALAHNYA KODOK MELAHIRKAN KAMBING HITAM
Beberapa hari yang lalu saya memposting kata bejo di lingkunanku. Nah kali ini saya mau angkat perkataan ,” salahnya kodok.” Kodok waktu aku masih kecil sangat mudah dijumpai. Terlebih kalau lagi musim hujan, kami akan mendengar orkres siang malam dari mereka. Maklum lah orang kampung halaman belakang atau kebonan itu banyak ditumbuhi pohon bambu. Maka untuk membuang sampah mereka mebuat lubang pembuangan sampah dengan ukuran yang sangat luas. Seluas ukuran perumahan di kota. Ketika musim hujan itu kodok sangat senang, meraka mengalunkan lagu, “te ot te blung” saut-sautan dari ratusan kodok.
Wajar saja kodok menjadi percakapan antara orang tua anak. Salahnya kodok sering aku dengar bila anak yang baru latihan berjalan. Biasakan ya, kalau mereka sering jatuh. Tetapi anehnya kenapa kodok yang salah? Kalau kodoknya ada dan ia yang bikin anak kesandung masih wajarlah kalau kodok disalahkan. Lha ini kodoknya tidak ada, ibu si anak selalu bilang, “huh salahnya kodok” sambil menjejakkan kaki, menekan kaki sekuatnya ke tanah seakan-akan sedang membunuh kodok. Tentu kodoknya tidak ada.
Ucapan, “ salahnya kodok” dimaksudkan agar anak tak lama-lama menangis. Di samping itu, si ibu sebenarnya ingin memberi motivasi. Akan tetapi, kalau dipikir justru yang didapat sang anak malah tumbuh menjadi peribadi yang suka mencari-cari kesalahan sesuatu diluar dirinya. Agar ia cukup memiliki alasan untuk memaafkan dirinya sendiri.
Mendidik di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, memang betul adanya. Peristiwa kecil sehari-hari ternyata sangat efektif untuk menanamkan ideologi. Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling peka untuk menanamkan aqidah, sikap hidup, sampai pada ideology poltik. Anak-anak belajar mensikapi peristiwa sehari-hari, kegagalan dan kesuksesan, sampai pada alasan untuk berjuang. Semisal rajin belajar di sekolah, cara menghadapi orang lain, tuntutan masyarakat, hingga mengatasi masalah. Mereka menimba ilmu yang paling utama adalah dari orang tua, dari kebiasaan sehari-hari yang selalu ditanamkan terus menerus.
Masing-masing daerah memiliki cara yang beragam untuk menanamkan ideologi pada masa kanak. Orang yahudi kalau anaknya menangis si ibu bilang, “ awas aku jual”. Orang Jepang kalau anaknya menangis si anak dibilangin, “ mengapa menagis?” dengan dilanjutkan penjelasan si ibu. Lain lagi kalau di Rusia anak tidak boleh bertanya kepada orang tua bila menanamkan ideology komunis. Bagaimana di daerah Anda?
TERBANGLAH BERSAMA DUA SAYAP CINTA
TERBANGLAH BERSAMA DUA SAYAP CINTA
Mahligai rumah tangga akan membawa kita kepada nikmat langit ketuju lho. Nah, langit itu kan biasanya tempatnya ada di atas. Maka untuk sampai ke sana kita butuh sayap. Tidaklah mungkin bisa terbang kalau kita hanya mengepakkan dengan satu sayap sementara sayap lainnya kita istrihatkan. Atau malah kita patahkan. Dua-duanya harus kita gunakan. Apa sih dua sayap yang dibutuhkan dalam membangun rumah tangga.
Dua sayap itu bernama mawaddah dan rahmah. Mawaddah merupakan sayap cinta yang bernuansa serba fisik. Jangan mengelak akan hal ini. Tidak usah takut apa kata orang ketika anda menjatuhkan pandangan pada si dia lirikan matamu jatuh pada ketampanannya atau kecantikkan wajah. Tubuh atletis. Tinggi semampai dengan hidung mancung. Atau wajah hitam tetapi manis. Ini terserah Anda criteria fisik menarik karena masing-masing orang memandang cantik itu subjektif.
Sayap cinta yang satu lagi adalah rahmah. Cinta yang berorientasi nonfisik. Bisa berupa keshalihan , kepandaian dalam keilmuan, kasih sayang, kelembutan budi, atau cinta kasihnya. Dua sayap inilah yang akan menghantarkan kebahagiaan kita dalam mengarungi rumah tangga.
Jangan mentang-mentang si dia sudah berhasil kita gaet terus kita tinggalkan dua cinta ini. Rawat dan jaga baik-baik keduanya. Curi-curi pandang pasangan kita pada sisi mana ia kelihatan tampan akan memupuk mawaddah kita. Dan memang mawaddah akan semakin berkurang seiring waktu. Karena tubuh akan mengikuti hukum alam. He he azas aus. Semakin digunakan semakin menyusut fungsinya. Jangan terlalu dirisaukan hal ini. Betul jangan terlalu dirisaukan jika tubuh kita tidak semenarik dulu. Tidak sekuat dan semacho ketika masih jejaka. Kita tidak akan menjadi tua-tua keladi bila kita tumbuh suburkan rahmah kita. Berdua dalam seiring waktu saling berkasih sayang yang berlandaskan nilai-nilai ukrawi.
Dan meski kita sudah kakek nenek yang lebih menekankan sisi rahmah terus kita tinggalkan canda dan tawa? Janganlah. Tetaplah bercanda. Berguraulah dengan gaya sok masih muda. Karena kita masih ingin terbang meraih nikmat langit ketujuh. Sampai maut menjembut kita setia pada pasangan karena mawaddah warahmah, kita akan tetap dijodohkan Allah di surganya. Dan kitapun akan menjadi muda belia lagi. Insyaallah….

